Brand Awareness: Pengertian, Dimensi dan Indikator Pengukuran

Published:

Brand Awareness atau kesadaran merek merupakan salah satu konsep dalam pemasaran yang menjelaskan sejauh mana sejauh mana konsumen mengenal dan mengingat suatu merek dalam benak mereka.

Dalam dunia pemasaran, brand awareness menjadi salah satu aspek paling penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan konsumen. Merek yang dikenal dengan baik cenderung lebih mudah dipilih oleh konsumen karena mereka merasa lebih familiar dan percaya terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

Brand awareness sangat penting dalam pemasaran karena tanpa kesadaran merek yang baik, konsumen tidak akan mempertimbangkan merek Anda saat melakukan keputusan pembelian.

Brand awareness digunakan dalam berbagai penelitian terkait pemasaran, baik sebagai variabel independen, mediasi, moderasi dan dependen.

Apa Pengertian, dimensi dan indikator pengukurannya? Simak penjelasannya.

Pengertian Brand Awareness

Keller (2013) mendefinisikan brand awareness sebagai “the strength of the brand node or trace in memory, as reflected by consumers’ ability to recall or recognize the brand under different conditions.” Definisi lain diungkapkan oleh Aaker (1996), yang menyatakan bahwa brand awareness merupakan “the strength of the brand’s presence in the consumer’s mind.” Definisi tersebut menunjukkan kesanggupan konsumen untuk mengenali dan mengingat merek, yang dapat mencerminkan sikap konsumen terhadap merek tersebut.

Rossiter (2014) yang mengeksplorasi konsep branding menjelaskan brand awareness sebagai kemampuan pembeli untuk mengidentifikasi merek dengan cukup rinci untuk melakukan pembelian. Sementara penelitian yang oleh Bergkvist & Taylor (2022) merumuskan definisi brand awareness sebagai “the likelihood that a person retrieves a brand identifier and a product category or category need from memory across brand-relevant situations.”

BACA JUGA: Jasa Cari Jurnal Terindeks Scopus

Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Hameed et al. (2023) menyimpulkan bahwa Brand awareness adalah “level of consumer familiarity with a particular brand’s products, services, or image.” Sejalan dengan definisi tersebut, Karagiannis et al. (2022) menyatakan bahwa kesadaran merek merujuk pada sejauh mana konsumen dapat mengidentifikasi dan mengingat suatu merek untuk kategori produk tertentu.

Definisi lain juga diungkapkan oleh Barreda et al. (2015) dengan merujuk pada pengertian yang sudah ada, menyimpulkan bahwa brand awareness merupakan sarana bagi individu untuk mendapatkan informasi dan familiar dengan nama merek serta mampu mengingat dan mengenali merek tersebut.

Dimensi Brand Awareness

Keller (1993) membagi konsep kesadaran merek ke dalam dua dimensi, yakni brand recognition dan brand recall. Sama halnya dengan Keller, Aaker (2014) dalam bukunya “Aaker on Branding: 20 Principles that Drives Success” menggarisbawahi bahwa kesadaran merek terdiri dari pengenalan merek (brand recognition) dan ingatan konsumen terhadap merek (brand recall).

BACA JUGA: Jasa Translate Jurnal Cepat

Sejumlah penelitian empiris memetakan elemen atau dimensi kesadaran merek dari dua dimensi tersebut. Misalnya, penelitian yang dilakukan Johnson et al. (2021), Febriyantoro (2020), dan Zhang (2020), dan Karagiannis et al. (2022, yang mengidentifikasi bahwa kesadaran merek terdiri dari dimensi pengenalan merek (brand recognition) dan ingatan merek (brand recall).

Brand Recognition

Dimensi pertama dari brand awareness adalah brand recognition (pengenalan merek). Brand recognition adalah kemampuan konsumen untuk mengenali merek setelah mereka terekspos dengan elemen-elemen visual atau lainnya seperti logo, warna, dan kemasan.

Brand recognition biasanya terjadi ketika konsumen melihat atau mendengar elemen merek yang sudah familiar, dan mereka dapat mengidentifikasi merek tersebut.

BACA JUGA: Jasa Review Jurnal Cepat

Brand recognition didefinisikan sebagai kemampuan konsumen untuk mengonfirmasi eksposure sebelumnya terhadap merek ketika diberikan merek tersebut sebagai petunjuk (Keller, 1993; Keller, 2013). Dengan kata lain, brand recognition mengharuskan konsumen untuk dapat membedakan merek tersebut dengan benar sebagai yang pernah dilihat atau didengar sebelumnya.

Brand Recall

Brand recall berhubungan dengan kemampuan konsumen untuk mengingat merek ketika diberikan kategori produk, kebutuhan yang dipenuhi oleh kategori tersebut, atau jenis petunjuk lain sebagai acuan (Keller, 1993; Keller, 2013).

Dalam konteks ini, Brand recall terjadi ketika konsumen dapat mengingat nama merek atau merek tertentu ketika diberikan kategori produk tertentu

Indikator Brand Awareness

Indikator pengukuran brand awareness dapat dilihat dari berbagai penelitian yang telah dlakukan.

Dari temuan kami, banyak penelitian terindeks yang tidak menggunakan dimensi recognition dan recall dalam pengukuran tetapi langsung menggunakan brand awareness sebagai konstruk yang umum.

Berdasarkan penelusuran, berikut ini indikator brand awareness dari berbagai sumber penelitian.

IndikatorReferensi
Kesadaran terhadap merekFebriyantoro (2020), Zeqiri et al. (2025), Hameed et al. (2023), Azzari dan Pelissari (2020)
Kemampuan untuk mengenali merekFebriyantoro (2020), Zeqiri et al. (2025), Hameed et al. (2023), Azzari dan Pelissari (2020)
Kemampuan konsumen untuk memahami detail dan karakteristik dari merekFebriyantoro (2020), Zeqiri et al. (2025),, Hameed et al. (2023), Chaubey et al. (2022), Azzari dan Pelissari (2020)
Ingatan konsumen terhadap merekZeqiri et al. (2025), Chaubey et al. (2022), Hameed et al. (2023), Azzari dan Pelissari (2020)

Tabel di atas menunjukkan contoh kecil dari riset dengan indikator dan item pengukuran terkait kesadaran merek. Meskipun menggunakan konstruk yang umum, tetapi setiap indikator mencakup brand recognition dan recall.

Ingin Membuat Riset dengan Variabel Brand Awareness?

Dari penelusuran yang dilakukan oleh Tim EnglishQu, brand awareness banyak digunakan atau dipadanankan dengan purchase intention. Misalnya, judul penelitian “pengaruh brand awareness terhadap purchase intention.”

Namun demikian, dimensinya jarang digunakan. Apakah Anda sedang melakukan riset dengan variabel ini? Jika mengalami kesulitan, Anda dapat memesan Layanan Jasa Pencarian Jurnal EnglishQu untuk mendapatkan jurnal terindeks Scopus terbaru atau meminta kami melakukan literature review dari penelitian Anda.

Kami juga menyediakan layanan Jasa Olah data penelitian, bagi Anda yang meneliti bariabel ini dengan variabel lainnya. Olah data kami mencakup SPSS, SEM-PLS dan bahkan E-views.

Referensi

  • Aaker, D. A. (1996). Building Strong Brands. Free Press.
  • Aaker, D. (2014). Aaker on branding: 20 principles that drive success. Morgan James Publishing.
  • Azzari, V., & Pelissari, A. S. (2020). Does brand awareness influence purchase intention? The mediation role of brand equity dimensions. Brazilian Business Review, 17(6), 669-685.
  • Barreda, A. A., Bilgihan, A., Nusair, K., & Okumus, F. (2015). Generating brand awareness in Online Social Networks. Computers in Human Behavior, 50, 600–609
  • Bergkvist, L., & Taylor, C. R. (2022). Reviving and Improving Brand Awareness As a Construct in Advertising Research. Journal of Advertising, 51(3), 294–307.
  • Chaubey, D. S., Sharma, L. S., & Subramanian, K. R. (2022). Social network marketing and its influence on online purchase of grocery products during the COVID-19 pandemic: Mediating role of brand awareness. International Journal of Electronic Commerce Studies, 13(4), 39-60.
  • Febriyantoro, MT (2020). Menjelajahi Komunikasi Pemasaran YouTube: Kesadaran merek, citra merek, dan niat pembelian pada generasi milenial. Cogent Business & Management, 7(1), 1787733
  • Hameed, F., Malik, I. A., Hadi, N. U., & Raza, M. A. (2023). Brand awareness and purchase intention in the age of digital communication: A moderated mediation model of celebrity endorsement and consumer attitude. Online Journal of Communication and Media Technologies, 13(2), e202309.
  • Johnson, V., Zhu, Z., Anguera, R., Bollinger, J., Eccles, J., Hardtke, D., Breza, M., & Zanto, T. P. (2021). Increasing brand awareness: Memory for short audio ads. Psychology & Marketing, 38(11), 1960–1972.
  • Karagiannis, D., Hatzithomas, L., Fotiadis, T., & Gasteratos, A. (2022). The Impact of Brand Awareness and Country of Origin in the Advertising Effectiveness of Greek Food Products in the United Kingdom: The Case of Greek Yogurt. Foods, 11(24), 4019.
  • Keller, K. L. (1993). Conceptualizing, Measuring, and Managing Customer-Based Brand Equity. Journal of Marketing, 57(1), 1–22.
  • Keller, K. L. (2013). Strategic brand management: Building, measuring, and managing brand equity (4th ed.). Pearson Education Limited.
  • Rossiter, J. R. (2014). “Branding” explained: Defining and measuring brand awareness and brand attitude. Journal of Brand Management, 21(7-8), 533–540.
  • Zhang, X. (2020). The influences of brand awareness on consumers’ cognitive process: An event-related potentials study. Frontiers in Neuroscience, 14, 549.
  • Zeqiri, J., Koku, P.S., Dobre, C., Milovan, A.-M., Hasani, V.V., & Paientko, T. (2025). The impact of social media marketing on brand awareness, brand engagement and purchase intention in emerging economies. Marketing Intelligence & Planning, 43(1), 28-49.

Artikel Terkait

Edupedia & Beasiswa

Artikel Terbaru